Slotberita- Kisah ini berawal dari aku yang sedang jalan-jalan dan bertemu Janda seksi binal, badanya singset seperti gitar spanyol. Penasaran ? mari kita simak..
Saya mempunyai seorang temen cewek, sebut saja namanya Ana. Dari postur tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yg melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipinya. Ana mempunyai tinggi kurang lebih 168 cm, 50 kg dan menggunakan bra ukuran 34B (hal itu saya ketahui ketika saya ML sama dia), dan kulitnya kuning langsat. dengan wajah layaknya cewek kampus, dan tidak terlihat sama sekali kalau dia juga seorang pecinta sex bebas, sama seperti saya.
Beruntung saya memiliki wajah dan badan yang cukup lumayan, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman untuk melepas birahi, apalagi ditambah dgn ukuran saya yang boleh dibilang lebih dari rata-rata. Wajar saja kalau teman cewek saya rajin mengontak saya disaat mereka butuh dan begitu pun juga sebaliknya.
Suatu hari, Ana menelpon saya. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru, dan cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ternama di ibukota, yg namanya sudah terkenal. Dia janji mau mengenalkan saya ke dia. Maka kemudian saya dan Ana membuat suatu janji pertemuan di hari Sabtu.
Pada hari yg telah di janjikan, saya telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda, dan seperti yg telah direncanakan, Ana datang membawa seorang temannya yang bernama Sinta.
“Tok.. tok.. tok..!” 3 kali saya dengar ketokan pintu, maka secara otomatis saya membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, terlihatlah Ana yg sedang tersenyum kepada saya, dan di belakangnya tampak temannya yang akan dikenalkan ke saya. Dan benar saja, temannya itu menang benar mirip sekali dgn artis ibukota yg Ana ceritakan.
“Sin, kenalin donk.. ini loh temen aku yg aku mau kenalin ke elu.” begitu ucap Dina sambil masuk ke kamar.”Oh iya, aku Sinta.. dan elu sapa..?” sapanya ramah.Saya sempat terdiam sewaktu Sinta menjulurkan tangannya, karena saya tidak habis pikir kalau cewek ini begitu cantiknya, dan saya harus dapat mencicipinya hari ini juga.
“Hmm, nama aku A..” begitu saya sadar, langsung saya merespon dengan julurkan tangan.Hmm, kulitnya halus juga, pikir saya. Kalau dari yang saya lihat, Sinta ini sedikit lebih pendek dari Ana, tetapi dia mempunyai buah dada yang lebih besar dari pada Ana. Kira-kira tingginya 162 cm, 45 kg, dan saya rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.
“Eh, kamu berdua jangan diem gitu donk, kasih aku minum kek..!” tiba-tiba suara Ana memecahkan kesunyian yang ada.”Oh iya, sori Ana, tuh kamu ambil aja deh di kulkas..!” jawab saya sekenanya.”Gini..,” kata Ana. “Temen aku Sinta ini seorang janda anak satu, tapi kamu pikir deh, umurnya baru 24 dan body-nya masih segini, ngga kecewa donk kamu aku bawain yang kaya gini.” lanjut Ana lagi.”Ah elu bisaan aja Ana,” sahut Santi dengan tersipu, sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah.Aduh.., ini membuat saya jadi horni saja.
Tiba-tiba saja Santi menarik Dina ke kamar mandi.”Ikut aku bentar deh Ans..!” kata Sinta.Lalu Ana dengan terburu buru juga ikut dan sambil bicara kepada saya, “Dah kamu tiduran aja dulu di ranjang, temen aku mau bilang sesuatu kali nih ke aku.”
Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi.”Eh sori yahh tadi sempet bikin kamu kaget.” kata Sinta.”Eh, ngga apa-apa kok.” jawab saya masih bingung.”Emangnya kenapa sih tadi..?” saya masih bingung.”Udah deh kamu ngga usah tau, urusan perempuan kok barusan, yang penting sekarang kamu santai aja di ranjang kamu dan ikutin permainan aku.” timpalnya lagi.
“Wah-wah-wah, permainan apa lagi nih..?” pikir saya dalam hati.Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Ana tersenyum nakal ke arah saya. Duh, saya jadi tambah horni saja deh.”Sebelum aku kasih kamu ijin, jangan sekali kali kamu sentuh aku, ok..?” kata Sinta.”Ok-ok deh..,” jawab saya meskipun saya masih agak bingung dengan arah permainannya.
Tiba-tiba saja Sinta langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumi saya di bibir. yahh sudah otomatis saya akan merespon juga donk. Lidah kami saling ‘bergerilya’, sedangkan saya hanya boleh telentang saja di ranjang. Kemudian ciuman Sinta turun ke leher saya, hm.. enaknya pikirku. Dijilatinnya leher saya, terus dia juga menjilati kuping saya.Tanpa sadar saya mendesah, “Ahh, enak, Sin, terusin dong..!”
“Sekarang aku bukain baju kamu, tapi inget..! Tangan kamu tetep diam aja yahh, jangan sentuh aku sebelum aku kasih ijin..!” sahutnya lagi.”Aduh sengsara banget nih..! Masa mau ML tapi tangan aku ngga boleh megang-megang sih..!” pikir saya dalam hati.
dengan cepet Sinta membuka baju saya dan langsung dilempar. dengan sigapnya Sinta langsung bergerilya di dada saya, bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Digigitnya kedua puting saya.”Ahh, enak gigitan kamu,” saya mendesah pelan.Samar-samar saya melihat Ana duduk di samping saya sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.
Tanpa sadar tangan saya mencoba mencari buah dada Sinta untuk saya remas-remas. Eh tanpa saya duga, tiba-tiba saja tangan saya ditepis oleh Sinta dan Ana.”aku kan udah bilang, kalo belum aku kasih ijin jangan sentuh aku..!” kata Sinta.”Iya, kamu tuh gimana sih..?” kata Ana, “Ikutin donk permainannya Sinta..!” lanjut Ana.”yahh habis gimana donk..? Namanya juga reflek..!” timpal saya sambil mendesah dan agak kecewa.
“Pokoknya kamu sabar deh..!” kata Sinta sambil membuka celana saya.”Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..!” ujar Santi sambil bergumam sendiri.”kamu tau aja kesukaan aku..!” kata Sinta, “Dan kamu seksi banget dengan CD warna gini, bikin aku horni juga tau..!” kalimat Sinta yg terakhir sebelum dia mulai ber-‘karaoke’.”Oohh, enak, sedot lagi donk yang kuat Sin..!” kata saya sambil mendesah.
Kurang lebih 5 menit Sinta telah ber-‘karaoke’ terhadap penis saya. Kemudian Sinta dengan sigapnya melepas seluruh baju, celana dan pakaian dalamnya.”Nah, sekarang kamu baru boleh sentuh aku..!” kata Sinta.Maka karena dari tadi saya sudah menahan mau nyentuh dia tapi tidak boleh, maka kesempatan ini tidak saya sia-sia kan.
Langsung saja saya rebahkan Sinta di ranjang dan gantian saya ciumi bibirnya, dan Sinta juga membalasya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian saya turuni ciuman saya ke daerah lehernya. Hmm, lehernya yg bersih itu saya ciumi dan saya jilati. Samar-samar saya mendengar Sinta mulai mendesah.
Kali ini saya turun ke buah dadanya, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun putingnya Sinta.Dan Sinta kemudian bicara, “Ayo donk isepin puting aku, please..!”
“Wah ini saatnya balas dendam nih..!” pikir saya dalam hati.”Hah..? kamu minta diisepin puting kamu, sabar yahh sebelum aku mood, aku ngga bakal isep puting kamu..!” jawab saya sambil tersenyum.Saya lihat Ana juga ikut tersenyum melihat temannya terkapar pasrah.
Tidak lama setelah saya memainkan buah dadanya, saya turun ke vaginanya. Tampaklah bulu-bulu vagina Sinta yg begitu halus dan dicukur rapih. dengan sigap saya langsung menghisap vagina sinta.”Ohh.., ohh.., enakk..! Terusin donk Sayaang..!” sahut Santi sambil mendesah.Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.
“Sayaang, aku mau keluar,” lirih sinta.Dan tiba-tiba saja cairan vagina Santi keluar diiringin teriakan dari Sinta yg kemudian saya telan semua cairan vagina Sinta.”Duh Say, kamu kok hebat sih maenin memekku..?” tanya Sinta.yg saya lakukan hanya tersenyum saja.
“Please donk, masukin punya kamu sekarang..!” pinta Sinta dengan memelas.”Nanti dulu, puting kamu belum aku hisap..!” jawab saya.Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencanganya secara bergantian, kiri dan kanan.
“Ahh, enakk Sayaang, terusin..! Tambah kenceng donk..!” teriak Sinta.Hmm, mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horni lagi, apalagi si ‘adik’ sudah dari tadi menunggu giliran ‘masuk’. Maka langsung saja saya memasukkan penis saya ke vaginanya.”Shit..! Sempit banget nih memek..!” pikir saya dalam hati.
Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya masuk juga barang saya ke vaginanya.”Gila bener Sin, barang kamu enak dan sempit banget sih..?” jawab saya dengan napas yg mulai tidak teratur.Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Sinta yg sedang merem melek.
Begitu masuk, langsung saya goyangkan. yang ada hanya suara Sinta yang terus mendesah dan teriak.”Ahh terus Sayaang, tambah cepet donk..!”Dan sekilas di samping saya tampak Ana sedang meremas-remas buah dadanya sendiri.
“Sabar Ana, akan tiba giliran kamu, sekarang aku beresin dulu temen kamu ini..!” jawab saya sambil sambil menggoyangkan Sinta.Ana hanya dapat menganggukan kepala, soalnya dia tahu ini bagian dalam permainan yang mereka buat, jadi Ana juga tidak boleh ikut sedikit pun dalam permainan saya dan Sinta.
Tidak lama kemudian Sinta minta gantian posisi, kali ini dia mau di atas.”aku cepet keluar kalo di atas..!” katanya sinta.Kami pun berganti posisi. Berhubung Sinta tadi sudah keluar, maka kali ini ketika kami ‘main’ vagina Sinta sudah becek.”Ahh.., enakk.., barang lo berasa banget sih..!” jawab Sinta sambil merem melek.
5 menit kemudian Sinta teriak, “Ahh.., aku keluar lagi..!” dan dia langsung jatuh ke pelukan saya.Tetapi saya kan belum keluar, wah tidak begini caranya nih. Ya sudah akhirnya saya gantian dengan gaya doggy.Kali ini kembali Sinta menjerit, “Terusiin Sayaang..!”Tidak lama kemudian saya merasa kalau saya sudah mau keluar.”Sin, mau keluarin dimana..?” tanya saya.”Di muka aku aja.” jawabnya cepat.
Kemudian, “Croott.., crott..!” sperma saya saya keluarkan di wajah Santi.Kemudian Santi dengan cepat membersihkan penis saya, bahkan saya saja sampai ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya. Dan saya tetep melihat Ana tetap meremas dadanya dan dia pun melihat saya dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama seperti temannya.
“Ana, ke kamar mandi dulu yuk, aku mau bersih-bersih nih..!” jawab saya sambil mengajak Ana.Kemudian Ana dengan cepat menarik saya ke kamar mandi. Di kamar mandi kami saling membersihkan satu sama lain.”Ana, aku istirahat dulu yahh, aku cape banget soalnya,” timpal saya dengan suara lemas karena horni tapi penuh dengan kebahagiaan.
“Ok deh, tapi jangan lama-lama yahh, aku udah ngga tahan nih, horni banget..!” jawab Ana sambil membersihkan penis saya. END
Komentar
Posting Komentar